Kamis, 23 Desember 2010

10 Cara Membuat Balita Cerdas

Anak balita punya kemampuan luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.
Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.
1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.



Jumat, 17 Desember 2010

Perkembangan Anak Balita Umur 18-24 Bulan

A Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 24 bulan.
  • Gerak Kasar : Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah
  • Gerak halus : Mencoret-coret dengan alat tulis
  • Bicara, bahas dan kecerdasan : Menyebutkan nama dan menunjuk satu bagian tubuh dengan benar.
  • Bergaul dan mandiri : Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga
B. Stimulasi yang dberikan

Perkembangan Anak Balita Umur 12-18 Bulan

A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai sebelum berumur 18 bulan :
  • Gerak Kasar : Berjalan sendiri tanpa jatuh
  • Gerak halus : Mengambil benda kecil ke atas sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput)
  • Bicara, bahasa, dan kecerdasan : Mengungkapkan keinginan secara sederhana
  • Bergaul dan Kemandirian : Minum sendiri dari gelas tanpa tumpah
B. Stimulasi Perkembangan yang perlu diberikan :
  • Melatih anak berjalan mundur : Bila anak dapat berjalan sendiri, latihlah ia berjalan mundur. misalnya dengan memberi mainan uang dapat ditarik, kemudian ia diminta menarik mainanya ssambil berjalan mundur.

Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak



Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak

1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.

2. Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.

Mengatasi Balita Susah Makan

Balita Anda susah makan? 

Berikut dr Soeroyo Machfudz SpA(K) MPH dari Yogyakarta memberikan beberapa kiat yang bisa dimanfaatkan:

1. Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.

2. Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. ''Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.'', tutur Soeroyo.

Si Monyet yang Kapok

Si Monyet sedang bermain petak umpet dengan teman-temannya. Saat itu si Kucing yang jaga.
"Sudah belum?" tanya si kucing sambil menutup matanya.
"Belum...!!!" balas teman-temannya sambil mencari tempat persembunyian.


Si Monyet melihat ke kiri dan kanan mencari tempat persembunyian. Ketika itu dilihatnya sebuah mobil jemputan sekolah diparkir di halaman sekolah. Pintu mobil terbuka dan sang supir tertidur di kursi depan.



Tanpa pikir panjang, si Monyet segera masuk dan bersembunyi di dalam mobil jemputan. dia bersembunyi di bawah kursi. "Ha...ha...ha...pasti tidak ada yang bisa menemukanku di sini," kata si Monyet sambil tertawa.