Selasa, 24 Januari 2012

Kenapa Bayi Sering Rewel?

Si kecil menangis keras di malam hari? Atau, ia sangat susah didiamkan ketika tidak digendong? Kerewelan semacam ini memang sering terjadi. Apalagi, pada bayi yang masih dalam usia pertumbuhan di bawah satu tahun. Seolah-olah, tak ada hari tanpa tangis bayi.

Tapi, sebenarnya, menurut Dr Joseph Garcia, ahli perkembangan anak dari Amerika—yang mengajari banyak hal tentang berkomunikasi dengan tanda pada bayi—itulah cara bayi berusaha berkomunikasi dengan Anda. Mulai rewel karena tak nyaman, tumbuh gigi, hingga karena si kecil mengalami kekurangan zat besi. Karena itu, cobalah pahami beberapa hal tentang tangisan bayi.

Berikut beberapa yang perlu Anda ketahui dan coba cari tahu, mengapa si kecil selalu rewel:
·   Jika lapar, ia biasanya menangis sambil memasukkan jari tangan ke dalam mulut. Untuk mengatasinya, terutama agar tak banyak menangis di malam hari, susui si kecil dengan porsi yang cukup banyak sehingga ia akan tidur dengan pulas.
·   Karena popoknya sudah kotor. Beberapa bayi betah pada kondisi popok yang sudah basah dan beberapa yang lain sangat sensitif. Karena itu, rabalah popok jika bayi menangis dan segera ganti jika memang sudah saatnya.
·   Jika ia basah oleh keringat, segera ganti bajunya. Sesuaikan juga suhu ruangan agar memberinya kenyamanan. 
·   Karena mengantuk. Saat ingin tidur, biasanya bayi juga sering rewel. Untuk itu, tenangkan dia dengan menggendong atau meletakkan di boks sambil diberikan sentuhan yang memberi kenyamanan agar ia cepat tertidur. 
·   Ingin mendapatkan peluk kehangatan. Bayi juga kadang merasa sangat ingin dipeluk dan berinteraksi lebih lama dengan orang di dekatnya. Karena itu, jika rewel, cobalah peluk dan angkat dia, cium keningnya, dan ekspresikan kasih sayang Anda pada si kecil.  
·   Bila asupan zat besi tidak mencukupi. Bayi mudah rewel adalah salah satu tanda-tanda bayi kekurangan zat besi. Dan, biasanya, jika ini yang terjadi, selain rewel, ia juga cenderung berwajah pucat, pertumbuhannya terganggu, kurang aktif, lemah, suhu tak normal, dan kecerdasannya cenderung turun.
Bila ini yang terjadi, sangat direkomendasikan agar:
    • Meningkatkan pemberian ASI eksklusif.
    • Menunda pemberian susu sapi sampai usia 2 tahun, sehubungan dengan pendarahan saluran cerna yang tersamar pada beberapa bayi. o    Memberikan makanan bayi yang mengandung zat besi dan kaya vitamin C pada usia 4-6 bulan.
    • Memberikan suplementasi zat besi pada bayi mulai dari usia 6 bulan, terutama pada bayi kurang bulan, bayi dengan berat badan lahir rendah.

·   Ada masalah di perutnya, misalnya ingin bersendawa, kentut, kolik, dan sebagainya. Karena belum mengenali gejala itu pada tubuhnya, biasanya rasa kurang nyaman itu akan membuat bayi menangis. Lakukan beberapa hal yang sekiranya membuatnya bisa melakukan “aktivitas” itu, seperti meletakkan di pundak, mengurut perut, mengelus punggung, dan sebagainya. 
·   Jika telapak kaki atau tangannya dingin. Segera berikan sarung tangan atau kaus kaki padanya. Sedangkan untuk bayi usia hingga 2-3 bulanan, ia juga bisa digedong untuk memberinya rasa nyaman.
·   Gigi mulai tumbuh. Biasanya, kali pertama gigi tumbuh, si kecil akan menangis. Cobalah raba di sekitar mulutnya. Jika memang itu yang terjadi, cobalah “alihkan” perhatiannya dengan menenangkan melalui pelukan atau gendongan.



Jika sudah dilakukan banyak hal dan bayi tetap rewel, biasanya ada sesuatu pada si kecil. Cobalah raba suhu tubuhnya. Mungkin, ia sedang sakit. Sebab, saat merasakan sesuatu kurang nyaman pada tubuh, bayi memang memberikan reaksi menangis. Untuk itu, jika terus berlanjut, segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosa lebih jauh. 




Photobucket

1 komentar:

  1. Info yang menarik dan sangat bermanfaat bunda, terimakasih banyak...salam

    BalasHapus